Menikmati Keindahan Panorama Bawah Laut Pulau Sangiang

Bagi para pecinta wisata alam khususnya pantai dan laut, Pulau Sangiang merupakan salah satu tujuan wisata yang patut dicoba. Di samping jaraknya yang tidak terlalu jauh dari ibukota, Pulau Sangiang juga masih memiliki ekosistem bawah laut yang cukup terawat di sekitar wilayah perairan Banten. Secara administratif, Pulau Sangiang merupakan bagian dari Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Propinsi Banten. Jaraknya tidaklah jauh dari daratan Pulau Jawa, yakni kurang lebih hanya 10 km dari Pantai Anyer, sehingga waktu tempuh untuk mencapai Pulau Sangiang dari Pantai Anyer hanya sekitar 1 jam dengan menggunakan kapal bermotor.

DCIM100GOPROG0130697.

Tanjung Bajo dan Legon Waru
Lokasi snorkeling utama yang terdapat di perairan sekitar pulau ini adalah Tanjung Bajo dan Legon Waru. Kedua spot ini tidaklah jauh dari sekitar kawasan pulau. Susunan terumbu karang baik di Tanjung Bajo maupun di Legon Waru masih sangat asri dan terjaga. Maka tidaklah heran jika kehidupan bawah laut Pulau Sangiang masih sangat “hidup”. Fauna bawah laut yang dapat dijumpai antara lain ikan betook, ikan badut atau yang lebih familiar dengan sebutan ikan nemo dari film Finding Nemo, ikan kakatua, ikan kupu-kupu, cumi-cumi, bintang laut dan lain-lain.

dsc_0044-1

Rawa Kedondong Menuju Homestay
Homestay di Pulau Sangiang terletak di dalam pulau, yang dapat dicapai melalui Rawa Kedondong. Sama halnya seperti rawa-rawa pada umumnya, Rawa Kedondong dikeliling oleh berbagai tumbuhan khas daerah berawa seperti bakau dan nipah. Menyusuri rawa ini tidaklah mudah. Meskipun para pengunjung akan dibawa dengan kapal, namun Rawa Kedondong akan menjadi dangkal ketika air sedang surut, sehingga dapat saja kapal akan kandas. Maka diperlukan waktu yang tepat untuk melewati rawa ini, yakni pada sore hari ketika air sudah mulai pasang. Akomodasi homestay di Pulau Sangiang masih dikatakan sangat sederhana. Masih belum terdapat instalasi listrik di pulau ini, maka amat disarankan untuk membawa lampu senter jika berkunjung ke Pulau Sangiang.

dsc_0082-1

Goa Kelelawar Menuju Pantai Pasir Panjang
Setelah melepas lelah sejenak, pengunjung kemudian diantar menuju Goa Kelelawar dan Pantai Pasir Panjang melalui jalur trekking selama 1 jam. Ketika sampai di Goa Kelelawar, spontan aroma guano (kotoran kelelawar) menyeruak. Suara decitan kelelawar pun terdengar berbaur dengan gemuruh ombak laut yang menghantam pintu gua. Bila lautan sedang tenang dan pengunjung sedang beruntung, maka seringkali terdapat ikan-ikan hiu yang berada di perairan dangkal di mulut gua. Para ikan hiu tersebut rupanya sengaja menunggu disana bilamana ada kelelawar yang jatuh dari atas gua. Kelelawar yang jatuh tersebut pun menjadi mangsa para ikan hiu yang menunggu di bawah.

dsc_0099-1

Perjalanan pun kemudian dilanjutkan menuju Pantai Pasir Panjang. Pemandangan tebing-tebing yang indah akan terlihat selama perjalanan. Terdapat pula tebing yang memiliki “padang rumput mini” dimana para pengunjung dapat beristirahat sejenak dan ber-selfie ria sambil menikmati angin segar yang bertiup kencang.

dsc_0166-1

Pantai di Pasir Panjang memanglah tidak terlalu bersih, mengingat Pulau Sangiang terletak tidak jauh dari daratan utama Pulau Jawa, sehingga sampah-sampah organik maupun non-organik seringkali tersapu ke pesisir pantai. Meskipun demikian, pantai ini menyajikan panorama matahari terbenam yang luar biasa diselingi dengan suara deru ombak yang kencang.

Pulau Sangiang merupakan salah satu surga wisata yang dekat bagi mereka yang bermukim di ibukota. Pulau yang masih belum terlampau ramai dan sederhana ini menyimpan keindahan panorama bawah laut yang terjaga dan keramahtamahan penduduk aslinya yang memikat siapa saja yang berkunjung kesini.

 Menuju Pulau Sangiang
Start Jakarta → Tol Tangerang Merak → keluar exit tol Cilegon Barat → ketika sampai ke simpang jalan menuju Merak atau Anyer, pilihlah arah ke Anyer → Pelabuhan Paku Anyer

Pulau Sangiang dapat dicapai dengan menggunakan kapal yang disewa untuk kapasitas hingga 15 orang dengan kisaran harga 1.750.000 per hari. Kapal ini dapat disewa dan berangkat melalui Pelabuhan Paku di Anyer. Pengunjung dapat pula mengikuti open trip yang diselenggarakan trip organizer atau meminta mereka mengatur sebuah private trip.

Tips
Pulau Sangiang memiliki fasilitas yang sangat sederhana, khususnya untuk penginapan di homestay-nya. Saat ini homestay masih berupa rumah kayu yang hanya menyediakan tikar sebagai alas untuk tidur. Beberapa perlengkapan khusus yang disarankan untuk dibawa adalah sleeping bag, celana panjang, lotion anti-nyamuk, senter dan air minum yang cukup.

Tidak adanya toko oleh-oleh bukan berarti pengunjung akan meninggalkan pulau ini dengan tangan hampa. Pulau Sangiang ternyata kaya akan jeruk limau. Pohon-pohon jeruk limau dapat dijumpai ketika sedang trekking menuju Pantai Pasir Panjang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s