Berfoto-foto di Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi

Kota Malang saat ini sedang menggalakan program kampung wisata tematik untuk semakin menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi merupakan pelopor kampung wisata tematik pertama di Malang dan diharapkan mampu menarik minat wisatawan seperti halnya Favela di Rio de Janeiro, Brazil.

DSC_0815-1
Kampung Jodipan di Tepi Sungai Brantas

Inisiatif untuk membuat Kampung Jodipan sebagai sebuah kampung wisata tematik di Kota Malang dicetuskan oleh sejumlah mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ide inipun mendapat dukungan dari penuh dari para warga Kampung Jodipan. Pengecatan yang dilakukan oleh para warga dan dibantu oleh tentara pun dimulai pada bulan Juni 2016. Kampung tersebut kemudian diresmikan oleh Walikota Malang, Mochamad Anton pada bulan September 2016.

DSC_0839-1
Perkampungan Warga yang Warna-Warni

Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi terletak saling berhadapan di tepi Sungai Brantas, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kedua kampung ini dapat diakses dari salah satu sisi jembatan di Jalan Muharto. Untuk memasuki masing-masing kampung ini, pengunjung hanya dibebankan tiket masuk seharga Rp 2.000. Jadi dengan hanya Rp 4.000, pengunjung dapat dengan puas menjelajahi kedua kampung ini.

compile1
Aneka Mural di Kampung Jodipan dan Kampung Tridi

Kedua kampung ini mengusung tema serupa, yaitu kampung wisata warna-warni. Eksterior perkampungan dicat dengan warna-warna cerah dan mencolok sehingga terlihat sangat unik dan indah. Pengunjung pun bebas berfoto-foto, ber-selfie dan ber-narsis ria di perkampungan yang serba berwarna ini. Khusus untuk Kampung Tridi, terdapat berbagai lukisan atau gambar di dinding (mural) yang mengusung konsep tiga dimensi (3D) sehingga tampak lebih nyata. Mural yang ditampilkan pun cukup beragam, dari tokoh kartun barat hingga tokoh pewayangan. Peremajaan dan pengecatan ulang pun dilakukan tiap 3 bulan sekali.

DSC_0857-1
Beragam Spot Foto

Untuk menjelajahi kedua kampung ini, pengunjung harus menyusuri tangga dan lorong-lorong perkampungan yang menyerupai labirin. Namun tidak perlu khawatir, karena petunjuk jalan juga dilukiskan agar pengunjung tidak kesasar. Apabila pengunjung masih kesulitan untuk menemukan jalan yang dituju, para warga akan siap membantu untuk mengarahkan jalan.

compile2a
Menyusuri Perkampungan melalui Tangga Warna-Warni

Pengunjung juga dapat menyusuri hingga bagian terbawah dari kedua kampung dan mencapai pinggiran Sungai Brantas. Meskipun kedua kampung ini terletak di bantaran sungai, namun para penduduk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah di sungai. Hal ini dilakukan juga demi menjaga kenyamanan wisatawan dan memelihara keberlangsungan kampung wisata tersebut. Sebelumnya kedua kampung tersebut dikenal sangat kumuh. Penduduk kerap membuang sampah ke sungai. Namun seiring dengan dibentuknya konsep kampung wisata ini, paradigma penduduk pun mulai berangsur-angsur berubah.

Tips:

  1. Bawalah kamera dan/atau smartphone untuk berfoto-foto karena banyak spot unik yang bisa ditemukan di kedua kampung ini.
  2. Bawalah air minum yang cukup. Menyusuri kedua kampung ini bisa sedikit menguras dahaga. Namun tidak perlu khawatir karena para warga juga menjual berbagai macam makanan dan minuman.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s